gw kena efek Inception nich, yaitu agak males nonton film lain, jadi saat nonton The Sorcerer’s Apprentice ya sekedar cari hiburan aja (padahal sblm nonton Inception, film ini termasuk salah satu yang ditungguin), dan ternyataa.. memang benar-benar film hiburan, satu kelas dengan Prince of Persia, secara produsernya sama yaitu Jerry Bruckheimer.
-Akting : tadinya gw pikir Jay Baruchel bakal jadi rising star, secara dia masih muda (sekarang lagi trend aktor2 muda kan), tapi ternyata aktingnya gak berkembang, sama aja saat dia main di She’s Out of My League (which by the way, masih lebih bagus drpd film ini, dari segi cerita dan komedi, IMHO). Nicolas Cage dan Alfred Molina berakting standar, Monica Bellucci muncul intens di akhir film tapi koq kurang berkesan.
-Cerita dan alur cerita : ceritanya standar dan akhir cerita sudah bisa ditebak di awal film (baca aja sinopsis singkatnya di semua review-review yang ada di internet, ceritanya tidak akan jauh beda dari situ, tidak ada twist and turn), tidak ada yang baru, konon penulis naskah sorcerer’s apprentice (Matt Lopez, Carlo Bernard, dll) memang bukan penulis2 kelas satu di Hollywood, jadinya semua serba standar dan konvensional. Alur ceritanya datar-datar aja dari awal sampai habis, ada sedikit “wow” effect di 40 menit pertama (terutama adegan di Chinatown), abis itu ya datar lagi.. tidak ada adegan yang memorable dan membekas di pikiran. Once again, Jon turteltaub memang spesialis film drama, jadi sebaiknya tidak dipaksakan untuk terus bikin film action.
-Visual effects : cukup bagus dan sempet bikin exciting (sebentar) tapi tidak sampai bikin mata terbelalak, burung raksasa itu CGI-nya kurang halus IMHO.
-Adegan aksi : adegan aksi, humor dan sihirnya cukup banyak, tapi agak “standar”, para penyihir kebanyakan saling melempar “bola api” saja kemudian masing-masing saling terjungkal ke sana ke mari, adegan pertarungan penyihir di film ini (barangkali) bisa dianalogikan dengan adegan pertarungan adu tenaga dalam antara dua pendekar sakti di film-film silat Hongkong, atau lebih tepatnya seperti melihat adegan Harry Potter bertempur melawan musuh-musuhnya menggunakan tongkat sihir, yach.. gitu-gitu aja, gak ada inovasi baru, tadinya gw berharap para penyihir di sini bukan hanya saling adu kekuatan, tapi juga saling adu trik, misalnya saling adu sulap, kan kalo gitu jadi lebih bervariasi dan menarik.. (eh tapi nanti namanya pesulap lagi bukan penyihir, hehe).
-No wonder film ini kurang laris di Amrik.
-Ending : standar tipikal Jerry Bruckheimer.
-Durasi : 1 jam 40 menit-an (di luar credit title)
-Teresa Palmer cantik..
-Sebagai hiburan film ini cukup oke, tapi jangan berharap lebih, ekspektasi menonton jangan tinggi2, 100% anggap ini hiburan pengisi waktu luang saja, yach itu menurut selera gw, menurut penonton lain bisa aja film ini dapat apresiasi yang lebih tinggi, kan selera tiap orang beda-beda.
-Overall : 6,5 of 10